Beranda / Panduan / Di mana hash digunakan — Git, blockchain, deduplikasi

Fungsi hash memang tidak begitu terlihat, tetapi memainkan peran inti di berbagai sudut perangkat lunak modern. Berkat sifatnya yang selalu menghasilkan sidik jari pendek yang sama untuk input yang sama, ia digunakan hampir di semua tempat yang membutuhkan identifikasi, perbandingan, dan verifikasi.

Git mengidentifikasi setiap commit dan file dengan hash. Jika isinya sama, hashnya sama sehingga menghindari penyimpanan ganda; jika isinya berubah, hashnya berbeda sehingga perubahan terdeteksi. Blockchain juga menghubungkan blok dengan hash sehingga membuat pemalsuan catatan masa lalu menjadi mustahil.

Hash juga digunakan untuk deduplikasi (dedup). Dengan membandingkan hash dari file atau data, Anda dapat dengan cepat menentukan apakah keduanya sama tanpa membandingkan seluruh isinya. Penyimpanan cloud dan sistem cadangan menghemat ruang penyimpanan dengan cara ini.

Selain itu, pemanfaatannya tidak ada habisnya, seperti tabel hash (struktur data), kunci cache, pengalamatan berbasis konten (CDN), dan tanda tangan digital. Memilih algoritma yang sesuai kegunaan itu penting: jika membutuhkan keamanan gunakan SHA-256 atau yang lebih kuat, jika hanya membutuhkan kecepatan gunakan hash non-kriptografis.

Hash dengan algoritma ini